BERLATIH KEPADA CHOY FOOK
(sambungan
dari CHOY
LEE FUT (1)) ...Pada saat itu, Chan Heung kemudian mencari Choy
Fook. Ketika terjadi penghancuran Kuil Shaolin, kepala Choy Fook terbakar dan
ketika dia sembuh, luka bakar tersebut meninggalkan bekas di kepalanya. Dikarenakan
hal ini, Choy Fook memiliki julukan “Biksu dengan Luka di Kepala”. Menggunakan deskripsi
ini, Chan Heung berhasil menemukan Choy Fook yang ternyata sedang mengasingkan
diri di Gunung Lao Fu. Dia kemudian memberikan surat rekomendasi Li Yau San
dengan harapan dia akan diterima sebagai murid.
Walaupun
surat rekomendasi tersebut diberikan langsung oleh Li Yau San, Choy Fook sudah
tidak lagi berminat untuk mengajarkan beladiri dan menolak permintaan Chan Heung
untuk menjadikannya murid. Merasa kecewa atas hal tersebut, Chan Heung terus
dengan gigih meminta kepada Choy Fook untuk dijadikan murid. Akhirnya Choy Fook
setuju, namun hanya dalam masalah budhisme bukan dalam masalah kungfu.
Di suatu
pagi, ketika Chan Heung melakukan jadwal latihan beldiri yang biasa dia
lakukan, Choy Fook menunjuk pada sebuah batu besar dan menyuruhnya untuk menendangnya
ke udara. Chan Heung menggunakan seluruh tenaganya, menendang batu tersebut
hingga terpental sejauh 12 kaki (3,7m). Ternyata melihat hal tersebut tidak
membuat Choy Fook terkesan sedikitpun. Si biksu malah melakukan tendangan
ringan pada batu tersebut dan membuat batu tersebut melayang ke udara. Melihat hal
ini, Chan Heung langsung memohon kembali kepada Choy Fook untuk kembali
dijadikan murid kungfunya. Kali ini, Choy Fook menerimanya dan bersedia untuk
mengajarkannya beladiri. Selama 9 tahun, Choy Fook mengajarkan ilmu kungfu dan
budhisme.
Ketika
Chan Heung berusia 28 tahun yaitu pada tahun 1834, Chan Heung meninggalkan Choy
Fook dan kembali ke kampung halamannya yaitu Desa Xin Hui dan merevisi serta
memperbaiki kembali apa yan telah dia pelajari selama lebih dari 21 tahun. Pada
tahun 1835, Choy Fook memberikan kepada Chan Heung sebuah nasehat dalam bentuk
puisi yang dikenal dengan nama “Kuplet Ganda”. Isi dari puisi tersebut adalah
sebagai berikut:
Naga dan Harimau Bertemu
Seperti Angin dan Awan
Muridku, Kau Harus Menjaga Masa Depanmu
Dan Membangkitkan Kembali Kejayaan
Shaolin
Jangan Biarkan Generasi Masa Depan
Melupakan Ajarannya Sendiri
Pada
tahun 1836, Chan Heung secara formal mendirikan Sistem Beladiri CHOY LEE FUT
yang dinamakan untuk menghormati gurunya yaitu: biksu budha bernama Choy Fook
yang mengajarkannya Choy Gar, Li Yau San yang mengajarkannya Li Gar, dan
pamannya Chan Yuen Woo yang mengajarkannya Fut Gar, dan mengembangkan beladiri
tersebut untuk menghormati Budha dan Shaolin yang merupakan akar dari berbagai
jenis kungfu yang menyusun CHOY LEE FUT.
(bersambung...)
0 komentar:
Post a Comment