CHOY LEE FUT (2)

Posted by


BERLATIH KEPADA CHOY FOOK
 
CHOY FOOK
(sambungan dari CHOY LEE FUT (1)) ...Pada saat itu, Chan Heung kemudian mencari Choy Fook. Ketika terjadi penghancuran Kuil Shaolin, kepala Choy Fook terbakar dan ketika dia sembuh, luka bakar tersebut meninggalkan bekas di kepalanya. Dikarenakan hal ini, Choy Fook memiliki julukan “Biksu dengan Luka di Kepala”. Menggunakan deskripsi ini, Chan Heung berhasil menemukan Choy Fook yang ternyata sedang mengasingkan diri di Gunung Lao Fu. Dia kemudian memberikan surat rekomendasi Li Yau San dengan harapan dia akan diterima sebagai murid.  


Walaupun surat rekomendasi tersebut diberikan langsung oleh Li Yau San, Choy Fook sudah tidak lagi berminat untuk mengajarkan beladiri dan menolak permintaan Chan Heung untuk menjadikannya murid. Merasa kecewa atas hal tersebut, Chan Heung terus dengan gigih meminta kepada Choy Fook untuk dijadikan murid. Akhirnya Choy Fook setuju, namun hanya dalam masalah budhisme bukan dalam masalah kungfu.

Di suatu pagi, ketika Chan Heung melakukan jadwal latihan beldiri yang biasa dia lakukan, Choy Fook menunjuk pada sebuah batu besar dan menyuruhnya untuk menendangnya ke udara. Chan Heung menggunakan seluruh tenaganya, menendang batu tersebut hingga terpental sejauh 12 kaki (3,7m). Ternyata melihat hal tersebut tidak membuat Choy Fook terkesan sedikitpun. Si biksu malah melakukan tendangan ringan pada batu tersebut dan membuat batu tersebut melayang ke udara. Melihat hal ini, Chan Heung langsung memohon kembali kepada Choy Fook untuk kembali dijadikan murid kungfunya. Kali ini, Choy Fook menerimanya dan bersedia untuk mengajarkannya beladiri. Selama 9 tahun, Choy Fook mengajarkan ilmu kungfu dan budhisme. 

Ketika Chan Heung berusia 28 tahun yaitu pada tahun 1834, Chan Heung meninggalkan Choy Fook dan kembali ke kampung halamannya yaitu Desa Xin Hui dan merevisi serta memperbaiki kembali apa yan telah dia pelajari selama lebih dari 21 tahun. Pada tahun 1835, Choy Fook memberikan kepada Chan Heung sebuah nasehat dalam bentuk puisi yang dikenal dengan nama “Kuplet Ganda”. Isi dari puisi tersebut adalah sebagai berikut:



Naga dan Harimau Bertemu
Seperti Angin dan Awan

Muridku, Kau Harus Menjaga Masa Depanmu
Dan Membangkitkan Kembali Kejayaan Shaolin

Jangan Biarkan Generasi Masa Depan
Melupakan Ajarannya Sendiri

Pada tahun 1836, Chan Heung secara formal mendirikan Sistem Beladiri CHOY LEE FUT yang dinamakan untuk menghormati gurunya yaitu: biksu budha bernama Choy Fook yang mengajarkannya Choy Gar, Li Yau San yang mengajarkannya Li Gar, dan pamannya Chan Yuen Woo yang mengajarkannya Fut Gar, dan mengembangkan beladiri tersebut untuk menghormati Budha dan Shaolin yang merupakan akar dari berbagai jenis kungfu yang menyusun CHOY LEE FUT

(bersambung...)





FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 18:58

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ARTIKEL LAINNYA

Powered by Blogger.

Footer 3

Footer1

FOOTER 2