KARAKTERISTIK CHOY LEE FUT
CHAN HEUNG merevisi
dan memperbaiki semua yang telah dia pelajari dari para gurunya. Dengan
dukungan murid-muridnya, dia berhasil membentuk teknik-teknik tangan dan kaki yang
telah terstandarkan dengan baik.
Teknik-teknik
tangan CHOY
LEE FUT terdiri atas 10 elemen dasar yaitu: Kum, yang berarti
tamparan atau serangan pantulan telapak tangan, Na yang berarti tembakan jembatan tangan, Gwa yang berarti backfist (bagian
belakang lengan), So yang berarti
sapuan, Tsop yang berarti
tinju buku tangan yin/yang, Pow yang berarti uppercut (tinju
yang dilancarkan ke atas), Jong yang dilakukan dengan melakukan uppercut, namun jaraknya lebih rendah, Chaw yang berarti cakaran, Bin yang berarti kekuatan ayunan, Pei
yang berarti tebasan dan Lui Yin yang berarti tinjuan.
Teknik-teknik
tendangan pada CHOY
LEE FUT atas 6 elemen dasar yaitu: Chan yang berarti
pelukan, Ding yang berarti menusuk seperti paku, Liu Tat yang berarti
tendangan, So yang berarti sapuan, Jet yang berarti tangkisan, Au
yang berarti kaitan, dan Dan yang berarti pegas.
Terdapat
8 teknik dalam aplikasi penggunaan tangan dan kaki: Yin yang berarti negatif,
Yang
yang berarti positif, Kong yang berarti keras, Yau
yang berarti lembut, Hui yang berarti palsu, Shi
yang berarti asli, Tou yang berarti mencuri, dan Lau yang berarti
menyelinap.
Sikap
tubuh praktisi CHOY
LEE FUT, dalam ketinggian posturnya memiliki kesamaan dengan
beladiri kungfu selatan lain seperti misalnya Hunggar. Namun sikap tubuhnya
tidak setinggi Wingchun. Hal ini menjadikan praktisi kungfu CHOY LEE FUT
mampu bergerak cepat tanpa sedikitpun mengorbankan keseimbangan tubuh dan power generation-nya. Salah satu konsep
unik di dalam Kungfu CHOY LEE FUT adalah penggunaan istilah “melecut”,
dimana praktisi kungfu ini melecutkan bagian atas tubuhnya untuk menghasilkan
kekuatan yang lebih baik dalam melakukan eksekusi teknik-teknik tangan. Hal ini
berbeda dengan aliran beladiri lainnya dimana pada beladiri lain, tubuh
praktisinya cenderung statis demi menjaga keseimbangan gerak praktisinya.
Perbedaan
lain antara CHOY
LEE FUT dan kungfu lain adalah sikap tubuhnya yang berbeda saat
menghadapi lawan. Di wingchun ataupun hunggar, tubuh bagian atas menghadap ke
arah lawan sehingga tangan bisa leluasa melakukan berbagai teknik serangan dan
pertahanan. Kebalikan dari kedua kungfu tersebut, CHOY LEE FUT memilih postur tubuh dengan sudut
yang lebih sempit sehingga wilayah serangan lawan jadi jauh berkurang. Selain itu,
postur yang sangat kontras ini, juga membantu praktisi CHOY LEE FUT untuk memperoleh
jangkauan yang lebih jauh. Di dalam CHOY LEE FUT, sikap depan dilakukan dengan
kaki depan agak membungkuk ke dalam sehingga bisa melindungi kemaluan,
sedangkan di dalam aliran kungfu lain, sikap depan dilakukan dengan kaki
terjulur ke depan.
Salah
satu karakteristik unik yang lain dalam Kungfu CHOY LEE FUT adalah “teriakan”. Di
saat terjadi pemberontakan terhadap Dinasti Qing (1850-1877), siapapun praktisi
CHOY LEE FUT
saat peperangan tersebut, akan bisa teridentifikasi dengan teriakannya. Ketika praktisi
CHOY LEE FUT
menyerang menggunakan telapak tangan, maka dia akan berteriak “yak”. Ketika
melakukan serangan menggunakan tangan cakar harimau, dia akan berteriak “wak”, “Ha”
ketika menggunakan kepalan tangan, “hok” ketika menggunakan tangan paruh burung
bangau, dan “dik’ ketika menyerang menggunakan kaki. Ketika pemberontakan
tersebut terjadi, para praktisi kungfu CHOY LEE FUT menggunakan “teriakan” ini untuk
saling mengenali satu sama lain. Suara ini merupakan salah satu karakteristik
unik dari kungfu CHOY LEE FUT (untuk melihat contohnya, coba lihat film drunken
master II).
Untuk
mengabadikan teknik-teknik kungfu CHOY LEE FUT, Chan Heung mencatat
penemuan-penemuannya tersebut ke dalam sebuah kertas sehingga bisa dipelajari
oleh murid-muridnya di masa depan. Kertas tersebut mencatat berbagai teknik dan
lebih dari 250 rangkaian jurus.
(bersambung...)
0 komentar:
Post a Comment