FUT GAR
FUT GAR atau aliran Budha adalah
aliran Kungfu modern Shaolin Selatan. Kungfu ini secara umum merupakan gabungan
dari kungfu Hunggar dan Kungfu Choy Gar dengan kebanyakan serangannya merupakan
serangan tinju (pukulan), telapak tangan, dan tendangan rendah. Kungfu ini juga
memiliki karakteristik berupa langkah yang evasif, tangkisan yang berbentuk
melingkar dan memanfaatkan tenaga lawan.
Secara
literal, FUT
GAR berarti Keluarga Budha. Arti Ga di dalam dialek etnis Kanton
merupakan keluarga. Nama ini memiliki kesamaan dengan dengan beladiri yang diajarkan
di Kuil Shaolin Selatan di Provinsi Fujian dan digunakan secara ambigu untuk
mengistilahkan kemampuan para ahli kungfu tersebut.
Satu
buah jenis kungfu yang secara formal dinamakan dengan nama FUT GAR berasal dari salah satu
Kuil Shaolin di Provinsi Guangdong. Pada awalnya, biksu di kuil ini sangat
beruntung karena berhasil mempelajari kungfu dari petarung-petarung yang menguasai
5 jenis kungfu selatan. Kelima jenis kungfu tersebut adalah: Lau Ga, Lei Ga, Mok
Ga, Choi Ga dan Hung Ga.
Di kemudian
hari, seorang biksu shaolin bernama Leung Tin Jiu menyadari akan pentingnya mengkombinasikan
berbagai aliran kungfu yang berbeda dan mengambil berbagai teknik-teknik
terbaik dari aliran tersebut, sementara membuang teknik-teknik yang menurutnya
tidak berguna dan kurang efektif. Dari pengalamannya, dia kemudian
mengkombinasikan dan menciptakan suatu kungfu yang kebanyakan kungfunya berasal
dari Hung Ga dan Choy Ga, sehingga kungfu yang dia kombinasikan ini dikenal
dengan nama Sil Lum FUT GAR atau Shaolin Aliran Budha.
![]() |
Fut Gar Liang Gong Shoufa |
Di era
sekarang, salah satu cabang FUT GAR yang dikembangkan oleh Leung Tin Jiu berhasil
berkembang ke seluruh dunia dengan dikembangkan oleh satu-satunya murid dari
Leung Tin Jiu yang bernama Chen Rong En. FUT GARyang berasal dari Leung Tin Ju,
terkenal akan Jurus Tongkat Naga Terbang-nya yang dikenal di Komunitas Beladiri
Cina sebagai Raja Jurus Tongkat.
FUT GAR
menggunakan berbagai jenis metode latihan dalam latihannya. Di antara berbagai
metode latihan tersebut adalah Qi Gong, pertahanan dan penyerangan, senjata, latihan-latihan
untuk kesehatan, filsafat dan meditasi, tenaga dalam. Teknik-teknik ofensif
dalam FUT
GAR dilakukan dengan lebar, termasuk diantaranya pukulan-pukulan
kait dan pukulan-pukulan dengan kekuatan besar, sedangkan dalam defense,
praktisi FUT
GAR menggunakan langkah-langkah yang evasif dan dan
tangkisan-tangkisan melingkar.
Secara
tradisional, Kungfu FUT GARmemiliki 3 rangkaian jurus yaitu:
1.) Wu Dip Jeung
(Telapak Kupu-kupu)
2.) Sup Ji Kuen (Tinju
Pola Silang)
3.) Daai Ga Lou (Rangkaian
Jurus Keluarga Besar)
Sekarang
ini, kungfu FUT
GAR memiliki 10 jurus tangan kosong dimulai dengan yang keras
terlebih dahulu seperti pada karate, kemudian ke yang lebih lembut dan lebih
cenderung ke tenaga dalam seperti Tai Chi Chuan. Kesepuluh jurus tersebut
adalah:
Seh
Ying Diu Sao (Jurus Tangan Kait Bentuk Ular)
Taai
Ji Kuen (Tinju Pangeran)
Bak
Mou Kuen (Tinju Rambut Putih)
Loh
Hon Kuen (Tinju Arhat)
Daai
Lin Wan Kuen (Tinju Besar Berkelanjutan)
Daai
Gum Gong Kuen (Tinju Berlian Besar)
Chut
Yap Bo (Langkah Dalam dan Luar)
Mang
Fu Ha Saan (Harimau Ganas Menaiki Gunung)
Tien
Jaang (Sikut Lengkap)
Peragaan Jurus Fut Gar oleh GM Cheng Rong En
Terdapat
9 senjata original di dalam Kungfu FUT GAR. Kesembilan senjata tersebut adalah: tongkat,
tombak, jian (pedang lurus), golok
besar, pedang kupu-kupu, kwan do, garpu
harimau, nunchaku tiga bagian, dan sekop biksu. Diantara jurus-jurus senjata
dalam Kungfu FUT
GAR diantaranya: Hak Lung Do (Golok Naga Hitam), Fuk Fu Gwan (Tongkat
Penakluk Harimau), Ng Ma Gwai Chou (Tongkat 5 Kuda Kembali Ke Tempat Makan) dan
Lung Chin Gim (Pedang Sumur Naga).
0 komentar:
Post a Comment