Wednesday, August 21, 2013

LEGENDA KUNGFU CHEN FAKE (4)

DEMONSTRASI KUNGFU SEBELUM

MENINGGALKAN KAMPUNG HALAMAN

Chen Zhaopi

Chen Fake menceritakan mengenai kenapa dia sampai bisa mengajar Taichi di Beijing. Keponakannya Chen Zhaopi (1893-1972) memiliki bisnis mengantarkan tumbuhan-tumbuhan obat dari kampung halamannya ke Beijing (dulu disebut Beiping). Taichi yang paling sering dipelajari di Beijing adalah Taichi aliran Yang. Hampir setiap orang di Beijing tahu kalau pendiri Taichi aliran Yang yaitu Yang Luchan belajar di Desa Chen (Chen Jiagou). Beberapa orang-orang Henan yang tinggal di Beijing sangatlah senang saat mendengar kalau
Chen Zhaopi berasal dari Desa Chen dan seringkali datang ke Beijing. Mereka kemudian mengundangnya sebagai tamu kehormatan (Hal ini sangatlah lumrah mengingat Desa Chen telah memberi kebanggaan pada Provinsi Henan) dan mengajar beberapa murid di sana. Ketika Wei Dao Ming walikota Nanjing (ibukota pada saat itu) mengetahui hal ini, dia langsung mengirimkan sejumlah insentif dengan jumlah yang besar supaya Chen Zhaopi bisa pergi dan mengajar di Nanjing. Chen Zhaopi merasa bimbang, apakah dia harus pergi ke Nanjing untuk tambahan uang, ataukah tetap tinggal sehingga bisa mempertahankan dan memperkokoh hubungan dengan murid-muridnya yang baru sedikit belajar darinya. Dia kemudian berhasil memecahkan masalah ini dengan memberitahu murid-muridnya kalau dia belajar dari paman ke-3 nya yang kemampuannya jauh lebih hebat daripada dirinya dan pamannya saat ini dikatakan memiliki waktu luang banyak. Maka dengan keputusannya itu, diundanglah Chen Fake ke Beijing untuk meneruskan tugas mengajar Taichi yang sebelumnya dilakukan oleh Chen Zhaopi.

Guru Taichi aliran Chen yang mengajarkanku (maksudnya pengarang tulisan ini) jurus “bingkai kecil” yaitu Chen Liqing (lahir tahun 1919, generasi ke 19 dari Keluarga Chen) telah menceritakan kepadaku mengenai insiden yang berhubungan dengan Chen Fake. Chen Liqing adalah satu-satunya perempuan di keluargannya. Di desanya dia dijuluki Sai-Nan yang berarti bersaing dengan laki-laki. Saat masih gadis, dia biasa memanjat pohon melewati tembok dan menaiki atap rumah. Dia memiliki keberanian jauh lebih tinggi daripada anak laki-laki kebanyakan. Ayahnya Chen Honglie merupakan salah satu ahli Taichi (jurus bingkai kecil) di Desa Chen. Walaupun dia satu generasi lebih muda daripada Chen Fake di dalam Keluarga Chen, usianya hanya berbeda 2-3 tahun darinya. Keduanya lahir di tanggal, dan bulan yang sama.

Ketika Chen Liqing berusia 9 tahun, dia dan ayahnya secara kebetulan bertemu Chen Fake di jalan. Chen Fake kemudian menyebutkan kalau dia akan pergi ke Beijing untuk mengajar, sehingga dia berencana kalau nanti sore dia akan mengumpulkan murid-muridnya dan sanak keluarganya di Kuil Keluarga Chen untuk melakukan pesta perpisahan dan latihan taichi. Chen Liqing tahu kalau dia terlalu muda untuk menyaksikan pesta perpisahan tersebut. Supaya dia bisa melihat pesta tersebut, dia kemudian memanjat pohon di belakang kuil, lalu masuk melewati tembok, kemudian menyembunyikan dirinya di bawah meja altar sebelum orang-orang dewasa datang di sore hari. Setelah pesta dimulai, murid-murid Chen Fake langsung melakukan demonstrasi kungfu Taichi. Tidak lama kemudian Chen Fake sendiri ikut memperformakan jurus Taichi.

Ketika Chen Fake melakukan demonstrasi, hentakkan kakinya membuat debu dan pasir jatuh dari genteng rumah dengan suara seperti meretakkan atap. Fa Jin (kekuatan ledakan) yang dia lakukan membuat api-api lentera yang ada di sekelilingnya bergetar hebat. Sebagai latihan akhir, dia kemudian melakukan tuisho dengan murid-muridnya. Dengan menggunakan fa jin, muridnya dipentalkan satu persatu hingga mereka menubruk tembok dan jatuh. Satu-satunya demonstrasi Chen Fake yang pernah dia lihat tersebut benar-benar membuat dia sangat terkesan. Dia tidak pernah melihat seorangpun di desanya bisa melakukan performa hingga seperti itu. Bahkan ayahnya sendiripun tidak bisa melakukan hal tersebut. Hal itu dikarenakan Chen Fake tidak hanya melakukan latihan jurus Xiao Jia (bingkai kecil) namun juga melatih jurus Da Jia (bingkai besar). Ayahnya sendiripun mengakui kalau Chen Fake merupakan praktisi Taichi terbaik di desanya saat ini. Dia juga menceritakan dari generasi Chen Chanxing hingga generasi Chen Fake, silsilah keturunan mereka merupakan ahli Taichi terhebat dengan ahlak dan moral yang tinggi.